Sementara itu dipasar, Anarkali mendatangi salah satu kios disana untuk menjual anting anting milik ibunya “Apakah kau mencurinya ?” tanya pedagang itu “Kamu pikir saya ini seorang pencuri, saya membutuhkan sesuatu makanya saya menjualnya” bela Anarkali, “Aku akan membelinya dengan harga yang murah dan hanya saya yang mau membeli benda ini karena semua orang tahu kalau kau itu anak perempuannya Rashid si pengkhianat jadi mereka tidak akan membelinya dari kau !” , ”Baiklah, belilah dengan harga murah” kemudian pedagang itu memberikan beberapa koin pada Anarkali dan mengambil anting anting Zil Bahar. Anarkali langsung membeli makanan dikedai makanan, tepat pada saat itu bala tentara kerajaan Mughal mendatangi pasar dan memberitahukan sebuah pengumuman bahwa teman Pangeran Salim yang bernama Qutub akan segera melangsungkan pernikahan pada hari Jumat nanti, Anarkali benar benar terkejut mendengarnya, ia teringat bagaimana dulu Salim mengatakan bahwa ini mungkin pertemuan mereka yang terakhir dan ia ingin mengatakan sesuatu pada Anarkali, “Qutub … teman Salim, ia itu Qutubku, ia akan menikah” tanpa sadar Anarkali menjatuhkan makanan yang dibawanya ketanah, seorang perempuan mendekatinya “Nona, makananmu jatuh ketanah” kata perempuan itu sambil memunguti makanan Anarkali dan menyerahkan padanya, perempuan itu mengenali Anarkali sebagai Nadira ”Kamu Nadira ?” , “Sakina ?” ternyata perempuan itu Sakina teman masa kecil Anarkali dulu, mereka pun saling berpelukan satu sama lain.
Sementara itu diistana Mughal, Jalal dan Jodha sedang berada dikamar Jodha, Jalal meminta Jodha untuk memberikan tangannya, kemudian Jalal mengobati luka Jodha dengan salep obat, Jodha tersenyum melihat ulah Jalal yang sangat perhatian padanya, Jodha tertawa kecil melihatnya “Yang Mulia, sepertinya kau yang terluka bukan aku, kenapa kau begitu tegang ?” tanya Jodha, “Setiap lukamu adalah penderitaanku, Ratu Jodha” , “Tapi sejujurnya luka ini memberikan saya kedamaian hari ini, jika seorang anak peduli pada ibunya dengan melihat luka ibunya maka seorang ibu pasti sangat bahagia, luka ini membuktikan bahwa Salim masih perhatian dengan kita, kau lihat kan bagaimana ia menegur saya tadi” kata Jodha, “Seberapa banyak kita bertengkar tetapi ia sangat peduli pada kita, kau ingat kan dulu waktu ia masih kecil, ketika saya menyamar sebagai perampok dan menyerangmu kemudian Salim menyelamatkan kamu” ujar Jalal, “Iyaa … saya ingat, hal yang paling membahagiakan untuk orang tua adalah cinta dari anak anak mereka, saya selalu berdoa agar kita tetap bisa seperti ini” , “Hati hati dengan tanganmu Ratu Jodha” pinta Jalal khawatir, “Kamu lupa Yang Mulia, saya ini Rajvanshi” bela Jodha, “Apapun kau tetapi kau tetap istriku dan kau harus mendengarkan aku” pinta Jalal, mereka berdua saling tersenyum kemudian Jalal memperban luka ditangan Jodha .
Anarkali akhirnya menceritakan semuanya ke Sakina, “Aku akan menghentikan Qutub dan akan menghentikan pernikahan ini” ujar Anarkali “Apa hakmu menghentikah pernikahan mereka ? apakah kau pernah mengatakan padanya bahwa kau mencintainya atau apakah ia mengatakan bahwa ia mencintai kau ?” tanya Sakinah.
sja 426Sementara itu ditempat Salim, “Aku harap kau bisa mengatakan padanya bahwa kau sangat mencintainya” pinta Qutub, “Lebih baik saya tidak menceritakan padanya, saya benci Nadira melebihi cintaku pada Anarkali, saya tidak dapat menghadapinya untuk ke kedua kalinya dengan menghabiskan seluruh hidupku bersamanya, sudahlah lupakan semua, selamat untuk pernikahanmu, Qutub” Salim langsung memeluk Qutub “Bahagiaku buat kau Qutub !” , “Tapi saya tidak, luka dihatimu itu membuat saya menderita” ujar Qutub, “Tidak semua cinta seseorang bisa terpenuhi” ujar Salim
Anarkali saat itu masih ngobrol dengan Sakinah, “Tidak semuanya ia katakan, tetapi saya melihat cinta dimatanya, saya tahu bahwa pasti ada sebuah masalah” ujar Anarkali “Kamu bilang ia ingin mengatakan sesuatu padamu, mungkin ia ingin menceritakan padamu tentang pernikahannya saja, kalau ia mencintai kau kenapa ia tidak datang menemuimu, seseorang yang bisa menentang Raja untuk sebuah janjinya, tetapi mengapa ia tidak bisa memenuhi janjinya padamu ? jika kau pergi menemuinya sekarang itu seperti kau akan dibodohi olej cinta, perasaan dan hatimu” kata Sakinah.
Kembali ke tempat Salim, Salim mengatakan pada Qutub “Aku pikir takdir sedang mentertawakan saya tetapi saya bahagia bahwa kau akhirnya menikah” ujar Salim, “Seandainya saja ia bukan Nadira, harapan cintamu pasti akan terpenuhi” kata Qutub
Ditempat Anarkali “Cinta ini belumlah sempurna, saya tidak mengutuk Qutub, saya telah mencintainya jadi saya ingin ia bahagia tetapi saya ingin bertemu dengannya sekarang, saya harap ia akan bahagia dengan pernikahannya nanti akan tetapi separuh perasaanku ini akan selalu berada dalam hidupku selamanya” kata Anarkali, ditempat Salim “Jika gadis itu muncul di depanku, saya akan menghancurkan kehidupannya !” ujar Salim dengan nada marah.
sja 426aKetika Anarkali sampai digerobak yang digunakan untuk tempat tinggal sementara oleh keluarganya, Anarkali melihat kepala ayahnya terluka dan tabib sedang mengobatinya “Nyawa Rashid sedang dalam bahaya, kita hanya bisa berdoa saja sekarang” kata tabib, “Ayah semua ini terjadi karena aku, kita seharusnya tidak perlu kesini” ujar Anarkali sedih, “Kami telah kesini demi kamu, sehingga kau bisa bertemu dengan Qutub, begitu kita bertemu dengan Qutub maka semuanya akan berakhir bahagia” ujar Zil Bahar, “Kita akan pergi setelah kondisi ayah membaik” kata Anarkali, tepat pada saat itu ada seorang ulama yang memperhatikan mereka dari kejauhan, kemudian ulama itu mendekati mereka “Nak, kau harus pergi ke Dargah, nona … untuk mendoakan kesembuhan ayahmu” ujar Ulama, Anarkai menyetujuinya.
Sementara itu Jalal dan seluruh keluarga kerajaan datang ke Dargah untuk berdoa, Jodha dan Jalal sedang mengikatkan tali suci ke didinding dan berdoa “Apa yang kau pinta dalam doamu, Ratu Jodha ?”tanya Jalal penasaran, “Kamu dulu Yang Mulia” , “Kenapa harus selalu saya yang pertama” Jalal balik bertanya “Baiklah kita katakan bersama sama” bujuk Jodha lalu mereka bersama sama mengatakan “Kita ingin Salim selalu bahagia” mereka berdua tertawa bersama, “Salim itu anak kita, darah kita mengalir didalam tubuhnya jadi kita berdua hanya menginginkan kebahagiaannya aja” ujar Jodha, saat itu Anarkali sudah sampai di Dargah semantara Jalal dan Jodha masih ngobrol tentang Salim “Aku bedoa untuk Salim agar selalu bahagia dan mendapatkan cinta, saya juga ingin kau dan Salim bisa saling ramah satu sama lain saling membagi hubungan kalian yang kuat sehingga tidak ada siapapun yang bisa mencampurinya” ujar Jodha, “Aku juga berharap demikian, Ratu Jodha” kata Jalal
Di upacara akad nikah Qutub, sang ulama bertanya pada Jalal “Apakah akad nikahnya bisa kita mulai sekarang, Yang Mulia Raja ?” Jalal mengangguk, maka akad nikah Qutubpun dimulai, tak berapa lama kemudian Salim meninggalkan tempat penyelenggaraan pernikahan tersebut, dari kejauhan Rukayah melihatnya dan langsung menghentikan langkahnya “Salim, kau mau kemana ?” , “Farhan berharap bisa datang ke pernikahan Qutub di Dargah, maka saya datang kesini untuk memenuhi keinginannya” ujar Salim, “Ya sudahlah cepatlah sana dan segera kembali” Salim mengangguk dari berlalu dari sana.
Sementara pada saat yang bersamaan Anarkali sedang berdoa Dargah, ia berdoa agar ayahnya diberi kekuatan, tidak melupakan keluarganya, selalu mendapat berkah yang melimpah, dan semoga ayahnya cepat sembuh. Sedangkan tak berapa lama kemudian Salim juga sudah ada disana dan berdoa juga tetapi kedua mata mereka tertutup jadi mereka tidak bisa saling melihat satu sama lain. Lagu Rabba is pyar mein mulai terdengar. Anarkali sudah selesai berdoa dan mulai meninggalkan tempat tersebut, Salim juga melakukan hal yang sama dan saat itu mereka berdoa mengikatkan tali suci pada dinding, mereka berdua berlawan tempat sehingga tidak menyadari keberadaan masing masing . Cerita Selanjutnya
Sinopsis Jodha Akbar episode 427